Agus Yusup : Mahasiswa Fisika Unsoed (yang kembali) mengikuti pertukaran pelajar di Thailand

Berkesempatan mengikuti program pertukaran pelajar (student exchange) bisa jadi merupakan mimpi kebanyakan mahasiswa di Indonesia, begitupun bagi Agus Yusup, seorang mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA angkatan 2013 (yang telah diwisuda pada September 2017). Selama duduk di bangku perkuliahan, dia telah tiga kali mengikuti kegiatan student exchange, yaitu di Chulalongkorn Univerisity, Bangkok – Thailand (pada program AYEP 2015), Miyagi University of Education, Jepang (pada program JENESYS 2015), serta yang terbaru yaitu di Mahasrakham University, Thailand (pada program MSU GCC 2017). Ketiga program tersebut semuanya fully funded alias gratis.

MSU GCC merupakan kependekan dari Mahasarakham University – Global Citizeship Camp, yaitu program yang diselenggarakan oleh Mahasarakham University selama 1 minggu (25-31 Juli 2017) dengan menganggkat tema seputar kelangsungan hidup masyarakat global di era millennial pada aspek sosial maupun lingkungan. Program ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta yang berasal dari universitas partner dari 7 negara yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Korea Selatan, Vietnam serta Thailand selaku negara penyelengara. Delegasi dari Indonesia pada tahun ini hanya berjumlah 4 orang, dimana 3 orang berasal dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yaitu Agus, Sabila Rosyidah (Ilmu Gizi 2014) dan Auliya Lukman (Agroteknologi 2014) serta 1 peserta lain yaitu Galih A. Shiddiq yang merupakan mahasiswa program magister (S2) UPI Bandung. Ketiga delegasi Unsoed tersebut tentunya berhasil terpilih setelah melewati proses seleksi yang diselenggarakan oleh International Relation Office (IRO) Unsoed.

Adapun kegiatan yang dilakukan selama disana yaitu seminar/workshop tentang kondisi masyarakat global, team building, penamaman bakau, kunjungan ke pusat budidaya buah-buahan kemudian diakhiri dengan culture performance yang bertempat di tepi pantai Provinsi Rayong (3 jam meggunakan bus dari pusat kota Bangkok). Harapan setelah dilaksanakannya program ini diantaranya hubungan bilateral antara MSU dan Unsoed semakin erat, dan semakin timbulnya rasa memiliki serta menjunjung tinggi toleransi diantara peserta yang notabennya merupakan pemuda-pemudi negara ASEAN + 3.

“Selain kemauan dan usaha yang kuat, sederhananya agar kita bisa mengikuti pertukaran pelajar hanya ada tiga syarat, yaitu memiliki paspor, kecakapan Bahasa inggris yang cukup, serta kemampuan menganalisis yang dituangkan dalam sebuah tulisan” papar Agus saat ditanya kiat-kiat agar dapat mengikuti program perukaran di luar negeri. Semoga terus menjadi inspirasi bagi kita semua ya, Hidup Fisika Unsoed!

Luaaarrrrrr Biaaassssaaaaa....Good Job Agus Yusup!!!

BRAVOOO FMIPA UNSOED!!!