Sabun Cuci Piring Cair dari Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.)

Kamis, 6 September 2018 bertempat di Laboratorium Kimia Organik telah berlangsung kegiatan pengepakan (packing) produk sabun cuci piring cair dari minyak biji nyamplung oleh salah satu mahasiswa jurusan Kimia Esti Rahmayanti H1A014008 bersama Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Lab. Kimia Organik Bapak Antoniker yang dibimbing oleh Moch. Chasani, S.Si., M.Si  dan Dr. Santi Nur Handayani, S.Si., M.Si .

Tanaman nyamplung di Jawa Tengah banyak ditemukan di daerah Cilacap, khususnya di sekitar Kecamatan Patimuan dan daerah Gunung Selok Kecamatan Kroya/Adipala. Buah nyamplung memiliki biji yang potensial untuk menghasilkan minyak, terutama biji yang sudah tua. Biji yang sudah tua memiliki kandungan minyak mencapai 50-70%, sehingga sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku utama dalam pembuatan sabun (Haryani dan Hargono, 2010).

Formulasi sabun cuci piring cair pada penelitian sebelumnya telah dilakukan oleh Khasanah (2015), dan menghasilkan formulasi terbaik dengan menggunakan minyak biji nyamplung sebanyak 40 gram, KOH yang ditambahkan yaitu KOH 30% sebanyak 21,2 gram. Sabun yang dihasilkan ditambah dengan zat aditif seperti texapon, gliserin, pewangi, pewarna dan air. Produk sabun cuci piring cair yang telah dihasilkan di uji karakterisasinya sesuai dengan Standar Nasional Indonesia 09-06-2048-1990, meliputi jumlah asam lemak, alkali bebas atau asam lemak bebas, lemak tak tersabunkan (lemak netral), derajat keasaman (pH), bobot jenis dan minyak pelikan.

Sabun Cuci piring cair dari minyak biji nyamplung ini merupakan salah satu produk yang akan dipamerkan dalam kegiatan Pameran dalam rangka Dies Natalies UNSOED 2018.