SAKURA Exchange Program in Science

Pada tanggal 15 Jan 2017 – 24 Jan 2017, 3 orang perwakilan dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto mengikuti kegiatan Japan-Asia Youth Exchange Program in Science (SAKURA Exchange Program in Science). Perwakilan yang berpartisipasi dalam acara tersebut adalah Amin Fatoni, Ph.D (Dosen Kimia, FMIPA), Hana Iqlima (Mahasiswa Kimia, FMIPA) dan Wahyono (Mahasiswa Fakultas Pertanian). Kegiatan ini dilaksanakan di University of Fukui, yang terletak di kota Fukui, Jepang. Sakura Exchange Program merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh Japan Science and Technology Agency (JST, website:http://ssp.jst.go.jp/EN/). Selain perwakilan dari Indonesia, peserta dalam kegiatan tersebut juga ada dari negara Vietnam (4 orang) dan China (3 orang). Dari University of Fukui, kegiatan ini di organisasi oleh Prof. Shin-ichiro Suye beserta staff dan mahasiswa research center mereka.

Tujuan utama kegiatan ini adalah mempromosikan sains dan teknologi negara Jepang dan negara-negara di Asia lainnya untuk meningkatkan peran penting dalam peningkatan perkembangan sains dan teknologi melalui kerjasama antara akademisi, industry dan pemerintah. Sasaran utama peserta program ini adalah peneliti muda yang akan menjadi ujung tombak pada perkembangan ilmu dan teknologi kedepannya.

Pada kegiatan ini, diperkenalkan percobaan-percobaan laboratorium terkini seperti pembuatan nanofiber, pembuatan biosensor, pengujian antibiotik dan pemurnian protein. Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilakukan kunjungan ke berbagai tempat seperti Industrial Technology Center of Fukui Prefecture yang merupakan institusi untuk menjebatani riset Universitas dan Industri. Beberapa hasil riset Universitas dapat ditawarkan disini untuk dipergunakan di Industri, dan sebalikanya, beberapa permasalahan teknologi di Industri dapat disampaikan disini untuk dipecahkan bersama-sama dengan peneliti dari Universitas. Semoga kedepannya Indonesia juga memiliki institusi serupa yang dapat menjebatani antara Universitas dan Industri, yang selama ini terkesan berjalan sendiri-sendiri dalam mengembangkan ilmu dan teknologi.

Para peserta Sakura Exchange program juga diajak untuk mengunjungi industri-industri yang telah bekerjasama dengan University of Fukui, baik industri rumah tangga seperti pabrik Miso (sejenis bumbu sop), pabrik sake (minuman khas Jepang), maupun pabrik skala besar yaitu Nikka, yang cabangnya telah beroperasi diberbagai negara seperti Indonesia, Vietnam, Thailand dan lain-lain.

Selain kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan kebudayaan local Fukui, seperti kastil, monument, pakaian adat serta museum dinosaurus yang merupakan situs terbesar di negara Jepang. Di akhir kegiatan ini, kami diberi kesempatan untuk berdiskusi yang membahas rencana kerjasama kedepannya, seperti kerjasama riset, student exchange, teacher exchange atau penyelenggaraan kolaborasi conference internasional.

~amf~