Pengembangan dosen sebagai sumberdaya manusia perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis dalam seluruh aktivitas di Peguruan Tinggi sebagaimana terkandung dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.  Kualias dosen sangat menentukan kualitas suatu perguruan tinggi dan pada gilirannya akan menentukan kualitas generasi bangsa di masa yang akan datang. Oleh Karena itu, berbagai upaya harus dilakukan untuk terus meningkatkan kualitas dan produktifitas dosen pada berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk kualitas keilmuan dan produktifitas para dosen.

Dalam rangka memberikan kesempatan kepada dosen senior di Perguruan Tinggi untuk memperbaharui ilmu dan meningkatkan kemampuan akademik, mengembangkan program dan penelitian unggulan, melakukan benchmarking, serta mengembangkan kemitraan (networking) yang mengedepankan asas kesetaraan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi menawarkan Program Dosen Merenung untuk dosen senior di perguruan tinggi.

Dadan Hermawan, Ph.D Dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Jenderal Sodirman menjadi salah satu yang mendapat bantuan dalam Program Dosen Merenung tahun 2019 dari total 40 orang yang mendapat bantuan dari Kemenristekdikti.  Dalam Program ini ada sebanyak 82 orang yang mengikuti seleksi administrasi, 47 orang yang lolos seleksi administrasi mengikuti seleksi wawancara dan presentasi rencana kerja.

Dadan Hermawan, S.Si.,M.Si.,Ph.D adalah Dosen pada Fakultas MIPA Unsoed Jurusan Kimia, pernah menjabat sebagai wakil dekan bidang kemahasiswaan dan alumni Fakultas MIPA periode 2014 -2018.  Dadan menyelesaikan S3 dan meraih gelar Ph.D di Universiti Teknologi Malaysia pada tahun 2009.  Sebelumnya Dadan menyelesaikan S1 di UNPAD dan S2 di ITB.  Berbagai riset dan artikel ilmiah di jurnal internasional telah dihasilkannya.(rn)