Universitas Jenderal Soedirman kembali menunjukkan kelasnya di dunia inovasi di tingkat Internasional dengan menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini di ajang Asian Youth Innovation Awards (AYIA) 18th. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Malaysia Technology Expo (MTE) pada tanggal 21-23 Februari 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Medali Perak AYIA, dan Special Award dari Malaysia Association of Creativity and Innovation (MACRI) berhasil diraih oleh Tim yang beranggotakan; Alif Yudha Syahputra(Fisika 2016), Nandi Maulani Nashruddin(Fisika 2016), Tito Yudatama(Fisika 2016) dan Aditya Verry Saputra (Fisika 2016), Ryan Nursyahrul (Ilmu Kelautan 2016), Lisa Purwandari Rahayu dan Rahmi Mutia Mawardi (Biologi 2015) Unsoed, berhasil bersaing dengan finalis lainnya dari berbagai negara.

Alif Yudha Syahputra(Fisika 2016) menjelaskan, Inovasi yang diikutsertakan adalah “FLOODECT: Innovation Flood Detection System Based On Arduino Uno With Ultrasonic Sensor HC-SR04 and Modul GSM Sim 800L”. Inovasi ini dilatarbelakangi akan keprihatinan terhadap banjir di kota-kota besar negara yang memiliki musim hujan. Hal ini terjadi karena pengelolaan manajemen sungai masih kurang maksimal, sejauh ini masih menggunakan tenaga manusia yang kurang efektif dan efisien. 

Menurutnya bencana alam di Indonesia harus diperhatikan dalam segi pencegahannya dan penanganannya. “Modifikasi FLOODECT untuk menggantikan tenaga manusia yang selama ini digunakan untuk mengawasi pintu air di Indonesia, dimana alat ini dapat otomatis menjaga air agar tidak meluap menjadi banjir.” jelasnya.

Lebih lanjut Alif menyampaikan bahwa Tim UNSOED melalui perjuangan yang tidak mudah untuk dapat maju menjadi finalis hingga berhasil meraih medali perak pada ajang ini. Delegasi UNSOED harus menyisihkan para peserta lainnya, dan harus lolos seleksi untuk dapat mempresentasikan inovasinya. Setelah berhasil menjadi finalis lalu diundang datang ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk mempresentasikan karya mereka di depan Dewan Juri. 

Alif mengungkapkan bahwa pada awalnya mereka tidak menargetkan meraih medali.  “Kaget saat akhirnya meraih medali perak sebab awalnya kami tidak menargetkan menjadi juara, namun kita tetap memberikan yang terbaik dan mengeluarkan seluruh kemampuan kami,” jelasnya.  

Semangat Terus Mahasiswa! BRAVO FMIPA!