Kegiatan MIPA Mengaji merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menuntun dan membekali mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pendidikan Agama Islam agar memiliki integritas pribadi muslim yang berkarakter Islami sehingga pada akhirnya mahasiswa mampu mengatasi segala problema kehidupan dalam wujud taat kepada Allah SWT melalui kegiatan pengalaman praktik ibadah dan baca tulis Al-Qur’an. Dengan demikian, diharapkan adanya kegiatan FMIPA Mengaji ini mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan sekaligus mempraktikkan pengamalan ibadah secara langsung dipandu oleh Asisten MIPA Mengaji.

          Pelaksanaan Khotmil Quran dan Mipa Mengaji di laksnakan hari Sabtu tanggal 22 Juni 2019 di aula fakultas MIPA. Acara ini diikuti oleh mahasiwa Jurusan Kimia angkatan 2018 dan Jurusan Matematika 2017. Selain itu acara ini juga di hadiri oleh beberapa dosen dan karyawan di lingkungan Fakultas MIPA diantaranya Bp Roy Andreas M.Si.Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiwaan dan Alumni Fakultas MIPA, Bp Sukirlan Eli Tabri Rejo.S.IP. M.M selaku Kepala Tata Usaha Fakultas MIPA, Bp Musmualim.M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Agama Islam serta seluruh asisten MIPA Mengaji yang berjumlah 11 orang.

Pada awal acara mahasiswa mengisi daftar hadir dan selanjutnya memasuki ruang Aula MIPA untuk bersiap melaksanakan ujian MIPA Mengaji yang mana materi yang di ujikan merupakan berkaitan dengan materi yang telah di berikan sebelumnya berkaitan dengan thoharoh, sholat, perawatan jenazah serta tajwid dan makhorijul huruf. Setelah itu mahsiswa dilanjutkan dengan pembagian juz yang akan di baca pada saat acara Khotmil Qur’an. Setelah itu acara di mulai dengan pembukaan oleh MC dan di lanjutkan dengan pembacaab ayat suci Al Quran oleh saudari Laras Wijiati ( Mahasiswa jurusan Kimia 2018). Lalu di lanjutkan dengan menyanyikan lagu indonesia raya.

Acara berikutnya adalah sambutan dari wakil dekan III bidang kemahasiwaan dan alumni fakultas MIPA Bp Roy Andreas. Ph.D beliau menyampaiakan betapa penting nya berbakti kepada kedua orang tua,  dimana salah satu bentuk berbakti kepada orang tua adalah dengan membaca Al Qur’an karena setiap kebaikan dari membaca Al Qur’an maka orang tua kita juga akan mendapatkan kebaikan dari bacaan Al Qur’an tersebut. Selain itu beliau juga menghimbau untuk selalu seimbang dalam urusan dunia dan akhirat. Dimana bukan hanya mempelajari ilmu yang bersifat umum yang dipelajari dalam ruang kuliah namun juga sangat penting untuk menamabah wawasan keilmuan dalam bidang agama sebagai saran ibadah kepada Allah SWT dengan cara mencari guru. Karena dalam belajar agama itu harus ada gurunya nya agar sanad keilmuanya dapat terjaga.

Selajutnya sambutan yang kedua sekaligus memberikan mauidhoh khasanah (ceramah) kepada peserta khotmil Quran diantaranya berkaitan dengan 3 golongan orang yang ketika datangnya Al Qur’an

1.      Sabiqun bil khoirot yaitu Orang yang ketikadatangnya Al Qu’ran menjadi taat kepada Allah SWT dengan menjalakan perintah Allah SWT serta menjauhi laranganya. Orang yang seperti inilah orang yang akan mendapt keberuntungan

2.      Dholim yaitu Orang yang ketika datang Al Qur’an malah tidak percaya dan tetap berbuat kemaksiatan di muka bumi. Orang ini tidak menjalakna perintah Allah dan terus berbuat kemaksiatan di muka bumi

3.      Muqtasid yaitu Orang yang ketika datang Al Qur’an menjalakan ajaranya namun sesekali orang ini berbuat kemaksiatan. Atau bisa di bilang sebagi umat pertengahan. Kadang berbuat baik dan kadang kala berbuat maksiat. Jadi kalo boleh di istilahkan adalah STMJ ( solat terus maksiat jalan)

 

Maju terus pantang mundur!!!