Berita 06 Sep 2026 · oleh Administrator · 54 dilihat

Dari Kearifan Lokal ke Konten Digital, Tim PKM-PM Kalisalak Heritage Trail Unsoed Bekali Karang Taruna Keterampilan Promosi dan Pengelolaan Desa Wisata

Dari Kearifan Lokal ke Konten Digital, Tim PKM-PM Kalisalak Heritage Trail Unsoed Bekali Karang Taruna Keterampilan Promosi dan Pengelolaan Desa Wisata

Kalisalak, 28 Juni 2026 — Tim PKM-PM Kalisalak Heritage Trail: Pemberdayaan Masyarakat Desa Adat Kalisalak melalui Digitalisasi Wisata Edukasi Berbasis Kearifan Lokal dengan beranggotakan Zaky Rafif Wijaya, Fauzia Nur Nafsan Zakiah, Itsar Tsabit, Rachma Deanova, dan Pria Falah Adi Nugraha, dengan Dr. Mirda Prisma Wijayanto, M.Si sebagai dosen pembimbing melaksanakan kegiatan bersama mitra di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan utama dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya mitra Karang Taruna, dalam mendukung pengelolaan dan promosi potensi wisata Desa Kalisalak melalui media digital.

Pelaksanaan kegiatan dilatarbelakangi oleh Potensi wisata berbasis kearifan lokal belum dipetakan secara terintegrasi sebagai jalur wisata tematik, Sejarah, tradisi, dan kearifan lokal belum dikemas secara digital, sehingga identitas budaya kurang tersampaikan dan masih terbatasnya pengetahuan mitra dalam membuat dan mengelola konten digital untuk promosi wisata. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam pengembangan wisata Desa Kalisalak, di samping potensi wisata berbasis kearifan lokal yang belum terpetakan secara terintegrasi dan sejarah, tradisi, serta kearifan lokal yang belum dikemas secara optimal dalam bentuk digital. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghasilkan dan mengelola konten digital menjadi bagian penting dalam pengembangan Kalisalak Heritage Trail.

Sebelum masyarakat dibekali keterampilan membuat konten digital, tim PKM-PM Kalisalak Heritage Trail terlebih dahulu mengembangkan Peta Wisata Kalisalak untuk memetakan dan menghubungkan berbagai titik heritage yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal. Setelah melalui proses identifikasi dan validasi bersama mitra, peta tersebut dipasang sebagai media informasi bagi wisatawan. Selain itu, tim juga mengembangkan QR-Based Heritage Storytelling System yang memungkinkan pengunjung mengakses informasi mengenai sejarah, tradisi, dan kearifan lokal di setiap titik heritage melalui QR Code. Kedua media ini menjadi bagian dari upaya digitalisasi wisata edukasi Kalisalak sekaligus memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Desa Adat Kalisalak secara lebih menarik dan mudah diakses.

Kegiatan pelatihan diikuti oleh 25 orang peserta dan dilaksanakan melalui beberapa materi serta kegiatan praktik. Materi yang diberikan meliputi pelatihan desain poster, pelatihan pembuatan dan editing video, pelatihan pengelolaan konten digital, serta praktik pembuatan poster dan video. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga dapat langsung menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam menghasilkan konten digital untuk kebutuhan promosi wisata. 

Dalam pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai teknik yang dapat menunjang kualitas konten digital. Beberapa aspek yang diberikan meliputi teknik tata letak desain poster, penggunaan template Canva, teknik stabilisasi video menggunakan Google Photos, pemahaman teknik penyusunan storyboard, teknik peningkatan kualitas audio menggunakan Adobe Podcast, serta pemahaman tren media sosial untuk meningkatkan engagement. Materi tersebut kemudian diterapkan melalui praktik pembuatan poster dan video sehingga peserta dapat mengembangkan konten yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan promosi potensi wisata Kalisalak. 

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Berdasarkan perbandingan hasil sebelum dan sesudah pelatihan, pemahaman mengenai teknik tata letak desain poster meningkat dari 5 peserta menjadi 25 peserta. Pemahaman teknik stabilisasi video menggunakan Google Photos meningkat dari 2 menjadi 25 peserta, sedangkan pemahaman teknik penyusunan storyboard meningkat dari 4 menjadi 25 peserta. Pada aspek penggunaan template Canva, jumlah peserta yang memahami materi meningkat dari 4 menjadi 25 peserta. Sementara itu, pemahaman mengenai teknik peningkatan kualitas audio menggunakan Adobe Podcast meningkat dari 0 menjadi 25 peserta, dan pemahaman mengenai tren media sosial untuk meningkatkan engagement meningkat dari 6 menjadi 25 peserta. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan memberikan hasil terhadap pengetahuan dan keterampilan mitra dalam membuat serta mengelola konten digital. Kemampuan tersebut menjadi modal penting bagi mitra dalam mempromosikan berbagai potensi wisata dan heritage Desa Kalisalak secara lebih kreatif melalui media digital. Hasil karya peserta juga menjadi bagian dari pengembangan konten digital yang selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam mendukung promosi.

Kegiatan pelatihan ini kemudian dilanjutkan dengan pendampingan pembuatan dan pengelolaan konten digital pada 29 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendampingan dilakukan melalui pembentukan WhatsApp Group, penyelenggaraan lomba konten digital, serta pemantauan engagement media sosial mitra. Rangkaian lanjutan tersebut diarahkan agar pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat terus diterapkan dalam pembuatan konten oleh masyarakat. 

Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, Kalisalak Heritage Trail diharapkan mampu memperkuat partisipasi Karang Taruna dalam pengelolaan desa wisata sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Program ini menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan potensi wisata dan budaya Kalisalak dengan pendekatan digital, sehingga informasi mengenai kekayaan heritage dan kearifan lokal Desa Kalisalak dapat dikemas secara lebih menarik, mudah diakses, dan berkelanjutan. Tujuan tersebut sejalan dengan sasaran program untuk meningkatkan pengelolaan potensi wisata dan budaya serta partisipasi Karang Taruna dalam pengelolaan Desa Wisata Kalisalak. 

Hasil pelatihan juga mendapat respons positif dari mitra. Antusiasme dan manfaat pelatihan turut dirasakan langsung oleh peserta. Embi, selaku Ketua Pokdarwis, mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan bekal yang bermanfaat bagi mitra dalam membuat konten digital untuk memperkenalkan Desa Wisata Kalisalak. “Pelatihan ini sangat membantu kami dalam membuat konten untuk memperkenalkan dan memajukan Desa Wisata Kalisalak,” ungkapnya.

Gambar 2. Foto bersama Pelatihan dan Pengelolaan Konten Digital di Desa Kalisalak

← Kembali ke Daftar Berita